Karena terjadi penurunan lifting, kemudian kekurangannya itu diisi dengan LNG yang diambil dari Maluku, Sulawesi, Papua dan Kalimantan
Tuban, Jawa Timur (KABARIN) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebutuhan gas industri di Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta kini dipenuhi melalui pasokan liquefied natural gas (LNG) dari wilayah Indonesia timur akibat penurunan produksi gas di kawasan tersebut.
“Karena terjadi penurunan lifting, kemudian kekurangannya itu diisi dengan LNG yang diambil dari Maluku, Sulawesi, Papua dan Kalimantan,” ujar Bahlil usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis.
Penjelasan itu disampaikan Bahlil merespons kenaikan harga gas industri yang belakangan dikeluhkan pelaku usaha di Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta.
Menurut dia, harga gas industri di Jawa Timur masih relatif stabil. Sebaliknya, sejumlah wilayah di Pulau Jawa bagian barat mengalami kenaikan harga karena pasokan gas pipa berkurang seiring turunnya lifting gas.
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menggantikan sebagian pasokan gas pipa dengan LNG yang didatangkan dari Maluku, Sulawesi, Papua, dan Kalimantan.
“Itu yang membuat harga ada penyesuaian,” kata Bahlil.
Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan mengurangi kuota ekspor LNG pada semester II 2026. Berbeda dengan tahun 2025, ketika sebagian ekspor LNG dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tahun ini pasokan dinilai mencukupi.
“Aman, aman semuanya. Untuk ekspor LNG nggak ada yang dipotong,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR tengah menyiapkan langkah mitigasi menyusul laporan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu pekerja di salah satu pabrik keramik di Bekasi akibat lonjakan harga gas industri.
Laporan tersebut mengacu pada pernyataan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea yang menyebut PHK diperkirakan terjadi dalam waktu 7–10 hari ke depan di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi.
Sebagai tindak lanjut, Dasco mengaku akan berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) serta perwakilan serikat pekerja untuk mencari solusi atas kenaikan harga gas yang dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan industri.
“Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan,” ujar dia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026